September 24, 2008

September 24, 2008

Surat Cinta Terbuka untuk Saudaraku..

Sudah benarkah dakwah engkau, wahai Ikhwah..?

“Hei… aku sudah ikut mentoring”
“Aku sudah liqo”
“Aku sudah tarbiyah”
“Aku adalah ikhwah”

Mengapa kau bangga menyebut dirimu sebagai seorang ikhwah?
Padahal kelakuanmu tak ubahnya fatamorgana…..
Boro-boro shalat tahajud
Shalat wajib pun kau malas mengerjakannya
Lalu bagaimana dengan shalat berjama’ah?
Ah, serasa mimpi saja
Apalagi untuk sekedar membaca surat cintaNya
Huh… enakan baca novel cinta, cerpen, atau komik
Lebih asyik dan menghibur
Daripada membekali diri dengan buku-buku islami
Benarkah engkau sudah tarbiyah?
Kalau dengan lawan jenis kau begitu tak terjaga,
Mudahnya SMS dengan lawan jenis kau terbuai dengan untaian kata,
Matamu berkeliaran, entah kemana hatimu,
Saat ada tangan lembut seorang wanita yang tersodor kepadamu
Engkaupun menyambutnya dengan hangat dengan dalih agar ke’ikhwahan’ mu
tidak turun derajatnya
Kau begitu pemilih dalam berdakwah
Mana yang bisa kau jadikan tempat penghidupan
Padahal justru dakwahlah yang harus kau hidupkan
Kau begitu pemilih dalam dakwah
Betapa nikmatnya bertaushiyah dengan sang lawan jenis
Lagi-lagi dengan dalih dakwah
Padahal entah berapa banyak teman-temanmu sejenis yang lebih membutuhkan
bimbinganmu
Bukanlah seorang ikhwah, orang yang tidak terjaga lisannya.
Bukan pula seorang ikhwah, orang yang tak bisa menjaga mata dan hatinya
Dari yang diharamkan Allah…
Bukanlah seorang ikhwah, orang yang begitu mudah mengeluh
Padahal ia memiliki Allah sebagai Pembelanya
Apakah pantas engkau mengaku sebagai seorang ikhwah ?
Padahal akhlaqmu begitu jauh dari akhlaq yang sesuai dengan perintahNya?

SURAT CINTA TERBUKA UNTUK SAUDARAKU

Benarkah engkau seorang ikhwah?
Padahal engkau begitu malas beribadah kepadaNya?
Sekali lagi, kutanya kepadamu
ikhwah kah dirimu?
Padahal amalanmu begitu ternoda dengan tujuan duniawi
Tiada sedikitpun engkau beramal kecuali mengharap pujian dan balasan dari
manusia
Tidakkah engkau malu telah berbuat begitu, wahai engkau yang mengaku sebagai
ikhwah?
Apa yang kau lakukan saat ini?
Ketika orang lain tengah berpeluh karena berdakwah
Dan yang lainnya begitu letih menyeru kebaikan
Apa yang sudah kau lakukan?
Menjadi komentator dakwah
Atau turut melaju bersama putarannya?
Lalu, wahai orang yang mengaku dirinya sebagai ikhwah…
Dimana engkau telah kubur hatimu?
Hei, sadarlah! Bangunlah!
Sebelum ajal menjemputmu sobat….
Percuma mentoring, liqo bertahun-tahun
Jika perbuatan, hati dan pikiran tidak berubah..
Saudaraku, dakwah ini lelah namun indah..
Tahukah engakau wahai ikhwah?
Istirahat yang nyaman bukan sekarang tapi nanti dalam perjumpaan dengan-Nya..

2 Comments:

faisol said...

sebuah renungan yg begitu menyentuh rasa...

kalau diijinkan, saya ingin menambahkan,
“mari kita niati sekolah, kuliah, kerja atau apa pun aktivitas kita sebagai ibadah… perbedaan ibadah & bukan, terletak pada niat…”

terima kasih sharingnya...
semoga bisa menjadi ilmu yg bermanfaat & Multi Level Pahala (MLP), amin...

sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang "Benarkah Kita Hamba Allah?"
silakan berkunjung ke:

Benarkah Kita Hamba Allah?
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Arif Aditiya said...

Jazakalloh Khoir Akhina Faisol. Semoga Allah SWT menetapkan hati kita dalam melaksanakan kehidupan ini. Sekedar tambahan, segala kegiatan dapat dikatagorikan ibadah jika memenuhi syarat Niat Ikhlas dan Ittiba pada Rasululloh SAW.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates